SENYUM TULUS
dakwatuna.com – Ada sebuah amalan yang kecil dan
sangat mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Amalan atau perbuatan
ini dapat membuat kita bahagia, atau juga saat kita merasa bahagia maka
kita melakukan amalan ini. Orang-orang atau saudara-saudara kita yang
melihat kita sedang melakukan amalan ini juga akan merasakan
kebahagiaan di hatinya. Apakah amalan itu? Yak… jawabannya adalah
senyum. Akan tetapi senyum yang bagaimana yang bisa seperti itu? Karena
senyum ada bermacam-macam. Ingin tahu jawabannya, sok… atuhAnda musti baca tulisan ini sampai selesai.
Rasulullah SAW bersabda,
“Senyummu di wajah saudaramu adalah sedekah.”(H.R. Tirmidzi)
Setiap
senyum kejujuran yang Anda berikan kepada saudara Anda dengan penuh
keikhlasan akan berbalas seperti pahala sedekah. Sehingga seseorang
yang tetap memelihara senyumnya tentu akan mendapatkan kebaikan yang
banyak.
Jika kita berbicara matematis. Eits jangan pusing dulu,
santai aja lagi. Coba kita bayangkan bahwa banyaknya kebaikan yang akan
didapatkan oleh orang yang senantiasa memelihara senyum adalah sebanyak
orang-orang yang ia temui dengan senyum setiap hari sepanjang hidupnya.
Jadi kebaikan yang didapat bisa kita rumuskan dengan menghitung jumlah
rata-rata orang yang kita temui dalam sehari dengan senyum dikalikan
dengan hari seumur hidup. Maka sebanyak itulah kebaikan yang akan kita
dapatkan.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah
kalian meremehkan suatu perbuatan yang kecil meskipun hanya sekadar
bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.”(HR. Muslim)
Tentu
wajah yang dihiasi senyuman tampak lebih indah dibandingkan dengan
wajah yang cemberut. Seseorang dengan senyumnya yang tulus akan
terlihat lebih tampan bagi laki-laki dan akan tampak lebih cantik bagi
yang perempuan.
Para orang pintar/ilmuwan mengatakan saat manusia
tersenyum, hanya dibutuhkan 13 urat syaraf yang bergerak. Akan tetapi
saat seseorang muram, diperlukan sekitar 47 urat syaraf yang bergerak.
Tentunya berwajah muram lebih melelahkan dibandingkan dengan kita
tersenyum. Jadi, masih lebih memilih bermuka muram yang lebih
melelahkan atau tersenyum yang juga akan membuat wajah kita terlihat
lebih tampan bagi yang pria dan cantik bagi yang perempuan? Penulis
menyarankan agar para pembaca yang cantik dan ganteng (karena semua
yang diciptakan Allah itu indah), akan tetapi ada yang lebih ganteng
dan cantik lagi para pembaca sekalian.
Seperti yang sudah
dituliskan di awal tadi. Maka penulis akan memberikan penjelasan
mengenai berbagai macam senyuman. Berdasarkan buku “Lughatul Jasad”
karya Athif Abdul Id yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh
Muhyiddin Mas Rida, Lc, ada berbagai macam senyuman yaitu sebagai
berikut:
- Senyuman yang tulus
- Senyuman palsu
- Senyum yang hampa memicu kesedihan
- Senyuman takjub
- Senyuman lembut dan hangat
- Senyuman optimis dan menggembirakan
- Senyuman munafik
Dan
senyum-senyum lainnya yang untuk lebih jelasnya bisa langsung baca
bukunya cari di toko buku terdekat, jangan di toko bangunan OK. Dari
semua senyum yang disebutkan di atas, hanya satu saja yang penuh dengan
kehangatan, yaitu senyuman yang tulus. Senyuman yang tulus dapat
memberikan pengaruh positif kepada orang lain.
Karena itulah
saudaraku, usahakanlah agar kita bisa selalu tersenyum dengan
tulus/ikhlas. Karena kebaikan yang akan kita dapatkan tidaklah sedikit
melainkan banyak sekali. Marilah kita hiasi wajah kita yang indah
rupawan yang diberikan Allah ini dengan senyum dan usahakan untuk tidak
menghiasi wajah kita dengan wajah yang muram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar