Kamis, 05 Juli 2012


dakwatuna.com - “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu. Semua urusannya baik baginya. Hal itu hanya dimiliki orang yang beriman. Jika dia memperoleh nikmat, dia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar dan itu baik baginya.”(HR. Muslim)
Indah sekali hadits di atas, menggambarkan sikap seorang mukmin, bagaimana ia harus bersikap. Ketika ia mendapat nikmat, ia bersyukur. Dan ketika ia mendapat ujian, ia bersabar. Dan segala kejadiannya baik selalu. Subhanallah.
Inilah karakter orang yang beriman. Tidak ada kata mengeluh dalam hidupnya. Tidak ada kejadian yang buruk baginya. Karena ia yakin segala kejadian yang terjadi itu semua adalah atas izin Allah. Semua kejadian sudah Allah atur. Karena ia selalu yakin akan firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat ke-286)
Sahabat, kita belajar dari kisah penuh hikmah berikut ini. Ketika itu ada 3 orang pemuda yang sedang asyik berjalan mengelilingi gunung. Ada sebuah gua yang menarik hati mereka untuk dijelajahi. Akhirnya mereka bertiga pun masuk gua tersebut. Dan dengan izin Allah, gua itu tertutup. Rasa cemas pun hinggap menghampiri mereka bertiga. Setelah merenung sekian lama, akhirnya ia memutuskan untuk berusaha sekuat tenaga untuk mendorong batu yang menghimpit gua tersebut. Dengan segala usaha dikerahkan. Hingga akhirnya mereka kecapekan dan akhirnya kelelahan. Akhirnya semua pasrah, menyerahkan semua urusan kepada Allah. Dan ketika itu mereka bertiga pun berinisiatif untuk masing-masing mengikhlaskan amal yang pernah mereka lakukan. Dan dengan izin Allah, akhirnya batu itu pun bergeser. Subhanallah!
Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. Allah beserta orang-orang yang selalu taat beribadah kepadaNya. Inilah bentuk kepasrahan setelah usaha yang maksimal. Inilah bentuk penyerahan kepada Allah yang Maha Kuat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat ke-155 dan 156, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihii rajiun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya lah kami kembali)
Sahabat, sejenak kita merenung bahwa diri ini adalah hamba yang lemah. Ketika kita kecil misalnya, kita tidak akan bisa hidup sampai sekarang kecuali karena bantuan orangtua atas izin Allah. Diri ini sungguh hamba yang lemah, bahkan mengurus diri sendiri pun masih sulit. Zhalim diri ini jika kita berani berbuat sombong hanya karena amalan kita yang masih sedikit. Bukankah Allah mengurus semua makhluk yang ada di langit dan di bumi? Maka pantaskah diri ini jika berbuat sombong?
Ya Allah ampuni diri ini yang begitu banyak dosa. Ampuni diri ini yang banyak mengeluh. Ampuni diri ini yang kurang bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan.
Sahabat, sungguh indah hidup ini jika kita bersabar dalam menghadapi ujian. Ada dua bentuk kesabaran dalam menjalani hidup.
Yang pertama, yaitu sabar dalam ketaatan.
Rasulullah SAW ketika mendapat perintah dari Allah untuk berdakwah, beliau menjalaninya dengan penuh kesabaran. Ketika seorang nenek yang selalu mengejeknya namun ia dengan tekun menyuapi makanan dengan penuh kesabaran. Ketika ia mendapatkan timpukan batu dari kaumnya, ia kemudian berdoa, “Ya Allah ampunilah segala dosa umatku, dan semoga keturunannya menjadi orang-orang yang memperjuangkan namaMu.” Sungguh, kita banyak belajar dari akhlak beliau. Ketika ia disakiti, ia masih tetap bersikap lembut. Ketika ia dizhalimi, ia membalasnya dengan kebaikan. Subhanallah!
Yang kedua, yaitu sabar ketika menghadapi ujian.
Kita belajar banyak dari kisah Nabi Ayub. Beliau diberikan ujian oleh Allah berupa penyakit sekujur tubuhnya dipenuhi dengan ulat. Bahkan lidahnya sekalipun sudah digerogoti dengan ulat. Coba kita bayangkan, jika mangga yang manis sekalipun jika mangga itu sudah penuh dengan ulat, maka masihkah kita ingin memakannya? Namun Nabi Ayub tetap bersabar. Beliau tak henti-hentinya selalu beribadah dan bermunajat, agar ia diberi kesembuhan. Hatinya selalu yakin akan pertolongan Allah. Ia selalu yakin, Allah tidak akan menyia-nyiakan perbuatannya. Sungguh Allah Maha Menyaksikan. Dan dengan izin Allah, penyakit itu pun sembuh hanya dengan hentakan kakinya. Dan kemudian dengan hentakan kakinya pula akhirnya muncul sumber mata air. Subhanallah!
Kita belajar banyak dari kisah di atas. Betapa para pewaris agama ini menghadapi ujian yang sangat berat. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang dikehendaki baik oleh Allah SWT, niscaya Ia akan memberikan cobaan kepadanya.” (HR. Bukhari)
Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka akan diberikan ujian. Subhanallah. Rasulullah SAW juga bersabda di hadits yang lain, “Besarnya pahala berbanding lurus dengan besarnya cobaan. Jika Allah SWT mencintai suatu kaum, niscaya Dia akan memberinya cobaan. Siapa saja yang menerimanya, ia mendapat ridha Allah SWT dan siapa saja yang marah, ia akan mendapatkan kemarahanNya.” (HR. Tirmidzi)
Sahabat, sadarilah diri kita adalah milik Allah. Biarlah Allah saja yang mengurus diri kita. Serahkan semua urusan kita kepada Allah. Berusahalah yang terbaik dan pasrahkan urusan kita kepada Allah. Yakinlah Allah tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan kita sekecil apapun. Selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Dan selalu bersabar atas segala ujian yang Allah berikan. Insya Allah hidup akan lebih nikmat, jika kita selalu berbaik sangka kepada Allah. Insya Allah.
Wallohu’alam bisshowab.

Sumber:

Rabu, 04 Juli 2012

Segeralah bertobat


Simaklah Kalam Allah duhai sahabatku yang beriman kepada Allah

"Hai hamba-hamba yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, janganlah kalian putus asa mohon rahmat Allah, sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa-dosamu, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang (QS 39:53).

Simak lagi Kalam Allah, "Hai manusia, jika dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit, kemudian

engkau sangat menyesal atas dosa-dosamu, kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku dengan sungguh-sungguh, niscaya akan Ku ampuni seluruh dosa-dosamu selama engkau tidak mempersekutukan-Ku". (Hadist Qudsi, Turmudzi).


SubhanAllah rahmat Allah lebih besar dan tidak sebanding dengan dosa-dosa kita, Allah lebih mengutamakan rahmat-Nya dari murka-Nya, Allah terlalu sayang pada kita.

Jangan tunda lagi sahabatku segeralah bertaubat mumpung masih ada sisa umur !...
Redaktur: Slamet Riyanto

Lelah Penuh Berkah


"Sahabatku, inilah diantara lelah yang penuh berkah Allah
  • Menuntut ilmu (QS 3:7)
  • Mencari rizki yang halal bahkan bernilai jihad ditengah banyak yg haram (QS 62:10))
  • Mengandung, melahirkan, merawat anak-anak dan keluarga (QS 31:14)
  • Mengasuh anak yatim (QS 4:6)
  • Sabar dalam sakit, cacat, kemiskinan dan musibah (QS 2:155)
  • Berdakwah (QS 41:33)
  • Merawat orang tua diusia senjanya (QS 17:23) 
  • Lelah termulia adalah berjihad perang fisabillah (QS 3:180).
Memang melelahkan tetapi penuh berkah Allah, inilah yang membuat hidup sesaat ini jadi bermakna, dan ini pula yang membuat orang beriman itu senang menikmati kelelahannya "natamatta' bimataibina"

"let's enjoy our full tired", SubhanAllah, Allahumma berkahi ikhtiar kami dan sisa umur kami... Aamiin".
Redaktur: Slamet Riyanto

Inilah Doa Pembersih Dosa


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu
Sahabatku tercinta ada hal sederhana yang mudah kita lakukan setiap selesai shalat. Hanya butuh waktu lima menit kurang lebih tetapi menjadi "mimsakhohthul dzunuubi" pembersih dosa-dosa kita, kecuali dosa besar wajib disertai tobat.

Dari Abu Hurairah,  Rasulullah bersabda, "Siapa yang membaca subhanallah setiap selesai shalat 33 kali, membaca Alhamdulillah 33 kali, dan membaca Allahu Akbar 33 kali sehingga jumlah 99 Kali, kemudian ia menggenapkannya 100 kali dengan membaca La Ilaaha Illalaah Wahdahu la Syariika Lahu Lahul  Mulku wa Lahulhamdu Yuhyi wa Yumiitu wa Huwa Alaa Kulli Syain Qodiir. Maka segala kesalahannya akan diampuni meskipun "mitsla jabadil bahri" seperti buih di lautan banyaknya". (HR Muslim). 

Subhanallah betapa besar rahmat cinta kasih sayang dan magfiroh ampunan Allah  untuk kita semua, padahal baru sekali baca saat selesai sholat, bayangkan kalau dibaca setiap selesai sholat, sebelum tidur, saat dijalan dan setiap kesempatan alangkah bersih terangnya hati-hati mukmin itu.

Karena itu sahabatku berjanjilah setiap selesai shalat tidak beranjak sebelum membacanya. Insya Allah... Aamiin.

Redaktur: Slamet Riyanto

Ramadhan

Wah Ramadhan udah didepan pintu AYO SAMBUT RAMADHAN DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN